Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak seluruh warga provinsi ini untuk gemar mengonsumsi ikan guna mendorong peningkatan konsumsi protein di kalangan masyarakat.
Produksi ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Palabuhanratu, bulan Maret lalu mengalami penurunan drastis pengaruh cuaca yang tidak menentu. Penurunan produksi ikan itu terlihat dari raman (hasil lelang) ikan bulan Februari sebesar Rp 539,84 juta atau setara dengan 70,83 ton ikan, menurun drastis pada bulan Maret menjadi Rp 133, 97 juta atau setara dengan 23,89 ton ikan.
Orang tua di Tatar Sunda menyebut ikan air tawar sebagai "lauk cai". Ikan bagi masyarakat Pasundan telah menjadi bagian kehidupan. Hal ini dimungkinkan karena sumber daya alam di Jawa Barat pada umumnya memiliki sumber daya air yang memadai bagi tumbuh dan berkembangnya ikan. Keberadaan balong tetenong (kolam comberan) di seputar rumah banyak ditemui di pelosok perkampungan. Budaya memelihara ikan di tanah Pasundan sudah tertanam sejak para petinggi Kerajaan Galuh - lebih kurang 300 tahun lalu mulai menggali sebagian bantaran sungai sebagai tempat menyimpan ikan. Setelah itu, mereka berangsur-angsur memelihara ikan di kolam atau di sawah. Pengalaman turun-menurun memelihara ikan akhirnya tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan lauk keluarga saja, tetapi berubah juga menjadi ladang usaha guna memperoleh penghasilan.